Please vote me =) to win Light World Tour and travel the world for 3 months

Just go to this website http://www.lightworldtour.com/vote/gita-listia/ and please press VOTE by August 2011 ,, Thank you =)

Advertisements

DIALux

Dialux adalah Engineering software yang berasal dari German. Kelebihan dari software ini adalah tidak hanya mengandalkan dari sisi Engineer nya saja, namun juga dari sisi visualisasi. Dengan menggunakan Dialux, kita dapat mensimulasi ruang dengan menggunakan lampu yang benar – benar tersedia pada industry lampu dunia, Oleh karena itu hasil Kalkulasi dan Rendering akan menyerupai dengan keadaan yang sebenarnya. Pada Software ini, kita juga dapat memilih spesifikasi lampu yang kita inginkan, baik dari segi distribusi cahayanya, Klasifikasi lampu atau melihat diagram polar dari lampu tersebut, sehingga kita dapat memutuskan, jenis lampu seperti apa yang kita butuhkan pada project yang ingin digarap.

Modelling Ruang pada Dialux, dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu membuatnya langsung pada Dialux itu sendiri, atau dengan menggunakan bantuan importing from DWG/DFX. Sedangkan, untuk Modelling Furniture pada Dialux, dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu membuatnya langsung pada Dialux itu sendiri menggunakan Standard Elemen, Importing from SAT file, atau menggunakan importing 3DS (Untuk cara yang ini, hanya dapat digunakan pada Dialux mulai dari versi 4.5 saja).

Pada Dialux, kita dapat mensimulasikan 2 Pencahayaan, yaitu pencahayaan Buatan dan Alami. Sehingga kita dapat menentukan berapa titik lampu yang akan digunakan dengan spesifikasi lampu seperti apa dan dimana kita harus menentukan zoning saklar, apabila lampu sebagian zoning tidak lagi dibutuhkan di siang hari. Pada Dialux, kita juga dapat menggunakan Dimmer, sehingga Intensitas cahaya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Dialux menggunakan Plug in Lampu yang dapat didownload di web site nya, serta mempunyai plug in bawaan sebagai rendering machine, yaitu POV Ray. Selain dapat memvisualisasikan dalam produk 2D, Dialux juga dapat membuat walk trough / Video ( Untuk Produk ini, hanya dapat dibuat pada Dialux mulai dari versi 4.4  saja).

Hampir semua karya saya, merupakan hasil dari menggunakan Produk Dialux. Saya belajar menggunakan Dialux berawal dari Mata Kuliah TF-3002 yaitu pada tahun 2006, Yang mengadakan praktikum menggunakan Dialux. Dosen Pengajar dari mata Kuliah ini adalah Bapak Nugroho Soelami. Karena ini merupakan mata kuliah yang diajarkan dari jurusan Teknik Fisika, maka dalam praktikum tersebut, hal yang lebih ditekankan adalah menggunakan dialux untuk proses kalkulasi saja. Namun, karena kebutuhan saya menggunakan Software 3D, maka saya mulai mempelajarinya lebih dalam, terutama dalam hal yang berkaitan dengan visualisasi.

Terima kasih buat pak Nugroho atas bantuannya dan inspirasinya selama ini,,, 🙂

berikut tutorial sederhana Dialux versi english,, Semoga bermanfaat 🙂

Tutorial DiaLux

Indonesia BANGKIT!!

http://dickelubis.files.wordpress.com/2008/05/dsc_0060e.jpg

Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku

aku untuk indonesiaku

” Deddy Mizwar”

BATIK MUSEUM

Suatu Negara dapat dinilai tingginya peradaban dengan melihat kemampuan Negara tersebut sampai berapa jauh dapat mengembangkan kebudayaannya, dan untuk itu kebudayaan memegang peranan sebagai gambaran dari generasi ke generasi. Sejak zaman prasejarah hingga zaman sekarang kebudayaan senantiasa mengalami transisi. Ini terjadi bukan saja dari pengaruh – pengaruh luar / asing, tetapi juga diakibatkan dengan adanya penemuan – penemuan dari lingkungan masyarakat itu sendiri.

Kebudayaan adalah suatu totalitas dari proses dan hasil segala aktivitas suatu bangsa dalam bidang estetis, moral dan ideasional yang terjadi melalui proses integrasi, baik integrasi historis maupun pengaruh jangka panjangnya. Produknya sendiri dapat berwujud barang buatan (artifact), kelembagaan social (socifact), dan buah pikiran (mentifact)1[1].


[1] Sartono Kartodirdjo, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, Gramedia, Jakarta, 1992, h. 195 – 203

Hal tersebut menggugah saya untuk merancang sebuah Batik Center yang didalamnya terdapat fasilitas – fasilitas untuk mengakomodasi tujuannya sebagai tempat konservasi, informasi, penelitian, rekreasi, pengembangan dan pelestarian budaya batik. Batik Center ini didedikasikan sebagai lembaga non profit yang diperuntukkan untuk umum dan dapat dinikmati oleh siapa saja, baik pecinta batik, pelajar / mahasiswa, pedagang batik, peneliti, maupun masyarakat umum lainnya. Dengan demikian salah satu kebudayaan Indonesia akan dapat tetap hidup lestari.

Konsep warna pada interior Batik Center adalah penggunaan warna putih, abu – abu, Cokelat dan hijau. Warna diatas dipilih sebagai pencitraan warna – warna yang memberikan suasana modern namun tetap terkesan tradisional dengan penggunaan warna cokelat tanah dan hijau daun , sebagai warna yang cenderung sebagai warna natural. Pada penerapannya warna-warna tersebut nantinya akan berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan warna-warna lainnya. Sedangkan pada area pamer, digunakan warna – warna biru nila dan cokelat sebagai perwujudan dari pewarnaan Batik dahulu.

Konsep Bentuk yang digunakan adalah

Pada Area pamer, konsep bentuk geometris dapat dilihat pada pembagian ruang display, sedangkan untuk konsep repetisi diaplkasikan pada konsep pendisplayan batik, dan untuk konsep bentuk dnamis diterapkan pada penggunaan pola lantai dan ceiling yang menggunakan kain dibentangkan sebagai armatur lampu dan juga sebagai pengontrol proporsional ketinggian pada ruangan.

Powered by Sketch up, Photoshop, Auto CAD, 3D Max, Vray for 3D Max

3D Rendering by Dicke Nazzary Akbar Lubis

Cizz

It was my second project using Dialux 4.2 in 2006. I’ll tell u later,,,again,,, hehehhee