About
ini blog gita.. just be your self..Pages
Archives
-
Recent Posts
Tags
Categories
-
Recent Comments
Ramil on About Me usni mubarok on DIALux fuan on About Me soerya on Knauf Booth theodora on Kitchen Set theodora on Ta Wan Restaurant theodora janenita on Ta Wan Restaurant theodora janenita on BATIK MUSEUM meLan on Residence Kasyfi on Middle cost Apartment Category Cloud
-
Top Posts
-
Blog Stats
- 6,480 hits
Traffic
-
Spam Blocked
video player
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=SW4WZJ3wjlQ&hl=en&fs=1&]
Monthly Archives: May 2008

http://dickelubis.files.wordpress.com/2008/05/dsc_0060e.jpg
Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku
aku untuk indonesiaku
” Deddy Mizwar”
Suatu Negara dapat dinilai tingginya peradaban dengan melihat kemampuan Negara tersebut sampai berapa jauh dapat mengembangkan kebudayaannya, dan untuk itu kebudayaan memegang peranan sebagai gambaran dari generasi ke generasi. Sejak zaman prasejarah hingga zaman sekarang kebudayaan senantiasa mengalami transisi. Ini terjadi bukan saja dari pengaruh – pengaruh luar / asing, tetapi juga diakibatkan dengan adanya penemuan – penemuan dari lingkungan masyarakat itu sendiri.
Kebudayaan adalah suatu totalitas dari proses dan hasil segala aktivitas suatu bangsa dalam bidang estetis, moral dan ideasional yang terjadi melalui proses integrasi, baik integrasi historis maupun pengaruh jangka panjangnya. Produknya sendiri dapat berwujud barang buatan (artifact), kelembagaan social (socifact), dan buah pikiran (mentifact)1[1].
[1] Sartono Kartodirdjo, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, Gramedia, Jakarta, 1992, h. 195 – 203
Hal tersebut menggugah saya untuk merancang sebuah Batik Center yang didalamnya terdapat fasilitas – fasilitas untuk mengakomodasi tujuannya sebagai tempat konservasi, informasi, penelitian, rekreasi, pengembangan dan pelestarian budaya batik. Batik Center ini didedikasikan sebagai lembaga non profit yang diperuntukkan untuk umum dan dapat dinikmati oleh siapa saja, baik pecinta batik, pelajar / mahasiswa, pedagang batik, peneliti, maupun masyarakat umum lainnya. Dengan demikian salah satu kebudayaan Indonesia akan dapat tetap hidup lestari.
Konsep warna pada interior Batik Center adalah penggunaan warna putih, abu – abu, Cokelat dan hijau. Warna diatas dipilih sebagai pencitraan warna – warna yang memberikan suasana modern namun tetap terkesan tradisional dengan penggunaan warna cokelat tanah dan hijau daun , sebagai warna yang cenderung sebagai warna natural. Pada penerapannya warna-warna tersebut nantinya akan berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan warna-warna lainnya. Sedangkan pada area pamer, digunakan warna – warna biru nila dan cokelat sebagai perwujudan dari pewarnaan Batik dahulu.
Konsep Bentuk yang digunakan adalah
Pada Area pamer, konsep bentuk geometris dapat dilihat pada pembagian ruang display, sedangkan untuk konsep repetisi diaplkasikan pada konsep pendisplayan batik, dan untuk konsep bentuk dnamis diterapkan pada penggunaan pola lantai dan ceiling yang menggunakan kain dibentangkan sebagai armatur lampu dan juga sebagai pengontrol proporsional ketinggian pada ruangan.
Powered by Sketch up, Photoshop, Auto CAD, 3D Max, Vray for 3D Max
3D Rendering by Dicke Nazzary Akbar Lubis
Restaurant bergaya tradisional jawa ini, Dirancang identitasnya sesuai dengan nama restaurant dan jenis masakan yang dihidangkan. Oleh karena itu, saya membuat restaurant ini kental sekali dengan nuansa batiknya. Setiap pengunjung dapat menikmai makan sembari menikmati hasil Karya bangsa Indonesia yang sangat bernilai tinggi ini. Batik yang didisplay merupakan batik Indonesia, baik Batik pedalaman maupun pesisir. Diharapkan dengan adanya Restaurant seperti ini, tak hanya dapat menyajikan makanan dengan baik, namun juga tetap dapat melestarikan budaya bangsa. Konsep Maerial yang digunakan pun disesuaikan dengan tradisi rumah – rumah tradisional jawa yang sangat naural dan banyak menggunakan elemen kayu.
Powered by Dialux 4.4, Pov Ray, Auto CAD 2D & 3D, Photoshop
Perancangan Dapur ini disesuaikan dengan alur dari aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Konsep desain dari dapur ini adalah, Modern, Fresh & Clean. Saya menggunakan warna Ungu dan permainan mozaik yang senada dengan warna ungu, agar tampilan dari dapur ini menjadi lebih segar. Pemakaian warna Putih dimaksudkan agar dapur terlihat bersih. Dalam konsep bentuk, saya banyak bermain dalam garis simetris, penggunaan roda roll pada beberapa tempat, seperti storage untuk tabung gas dan buangan sampah dapur, Hal ini agar treatment dari dapur ini akan lebih mudah. Selain itu penggunaan layar sentuh pada bagian kabinet, dimaksudkan untuk memudahkan si pengguna dalam melihat resep msakan yang disimpannya dalam bentuk soft copy.
Powered by Dialux 4.4, Pov Ray, Auto CAD 2D, Photoshop, Sketch Up 6
Konsep Desain dari Café ini adalah modern dengan sentuhan romantic. Pada konsep warna, saya menggunakan warna merah mawar, putih dan Hitam yang dapat memberikan efek romantic dan dramatis dari café ini. Pada lighting, saya gunakan lampu gantung pada setiap meja, hal ini dimaksudkan agar terciptanya atmosphere yg intim dan mendefiniskan ruang sehingga tercipta privacy ruang walau hanya dalam biasan cahaya.
Powered by Dialux 4.4, Pov Ray, Auto CAD 2D & 3D, Photoshop




























